Rabu, 09 November 2016

In Service Training Pendamping Desa Kab. Kerinci (Pelatihan Peningkatan Pekerjaan)

TA ID menjelaskan tentang pentingnya Pendamping Desa untuk mengawal pembangunan desa

TA PP menjelaskan pentingnya perencanaan desa (pegang kertas)

TA PMD menjelasakan tentang SOP Pendamping Desa (paling kiri)

TA PSD menjelaskan tentang kegiatan yang di terima dari  KPW 2 JAMBI

Pendamping Desa antusias dalam mengikuti In Service Training










Sabtu, 24 September 2016

Pertanian Organik di Jambi : Apakah Bisa Membuat Masa Depan Penuh Berkelanjutan ?



Pertanian organik sangat baik untuk kesehatan kita, kesehatan hewan, juga kesehatan planet. Saya ingin mendukung pertanian organik. Saya rasa pemerintah harus mendukung dan mendorong publik untuk membeli dan menggunakan produk organik demi manfaat kesehatan dan planet. Saya berharap di masa depan, semakin banyak pertanian organik yang tersebar di segala tempat, segala sudut dunia.

Pertanian organik juga menawarkan manfaat berikut: 
  1. Melindungi jutaan petani dan pekerja pertanian di seluruh dunia dari racun pestisida serta bahaya lain yang berhubungan, 
  2. Mengurangi risiko pribadi dari kanker karena pestisida, 
  3. mengurangi efek ketidaksuburan dan gangguan pada sistem saraf, 
  4. Melindungi kesehatan bagi anak-anak dan bayi yang belum lahir, 
  5. Melindungi keanekaragaman hayati, 
  6. Melestarikan lapisan tanah atas yang penting untuk menghindari pengikisan yang cepat karena pertanian konvensional; 
  7. Mengurangi zona mati yang ada di lautan karena pupuk buatan; 
  8. Melindungi koloni lebah dari kemusnahan, 
  9. Mengembalikan keamanan suplai pangan kita

Pertanian organik menawarkan kita harapan yang besar dengan kapasitas untuk membantu mengatasi beberapa masalah lingkungan yang paling kritis saat ini, yaitu: pemanasan global, kerusakan lingkungan, dan menipisnya persediaan pangan dan air di seluruh dunia. 

Dibandingkan dengan pertanian konvensional, pertanian organik menggunakan bahan bakar fosil dan air yang jauh lebih sedikit untuk menghasilkan panen yang sama. Terlebih lagi, ia mungkin dapat membantu mengerem dan bahkan membalikkan efek perubahan iklim. 

Dalam salah satu penelitian yang paling lama terhadap pertanian organik, Institut Rodale yang ada di AS menemukan bahwa managemen tanah organik tidak hanya memperkecil penggunaan bahan bakar fosil, tapi juga menyerap karbon dioksida dari udara dan menyimpannya sebagai karbon di dalam tanah.

Sebagai tambahan, beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa pertanian organik dapat bertahan di kondisi cuaca yang lebih buruk maupun banjir, dengan hasil panen yang jauh lebih tinggi daripada pertanian konvensional di masa kekeringan maupun banjir. 

Penelitian terhadap 1.800 lahan organik di Amerika Tengah yang diterjang Topan Mitch tahun 1998 menemukan bahwa kerusakan di lahan organik dan pengikisan tanah bagian atas jauh lebih sedikit dibandingkan pertanian konvensional. Penelitian terbaru oleh Perserikatan Bangsa Bangsa juga menyatakan bahwa pertanian organik di Afrika "tidak hanya dapat memberi peningkatan keamanan pangan, tetapi juga memberi manfaat yang luas bagi ekonomi, lingkungan, kesehatan, dan sosial." Kesimpulan lain didapat melalui pengujian dari 114 proyek yang tersebar di 24 negara Afrika yang menemukan bahwa "panen menjadi berganda ketika praktik organik diterapkan."

Pola makan nabati organik memberi manfaat yang lebih besar dengan mengurangi 94% gas emisi rumah kaca! Jadi, kunci bagi kelangsungan hidup kita ada di tangan kita. Setelah mengetahui manfaat positif yang luar biasa yang dapat kita lakukan dari setiap makanan yang kita santap serta produk yang kita gunakan, kita semakin mempunyai kendali untuk membawa masa depan kita ke arah yang lebih cerah bagi semuanya. 

Membeli produk organik semampu keuangan kita membuat kita semakin mendukung pertanian organik, dan seiring dengan meningkatnya permintaan maka pemerintah akan menyubsidi kembali pertanian nabati yang berkelanjutan daripada menyubsidi industri daging. Dengan begitu harga makanan organik akan turun, murah, dan dapat dengan mudah ditanam di rumah. 

Apakah kita petani tradisional di sawah, pecinta kebun di rumah, atau konsumen langganan, ada satu hal yang jelas: gunakan produk yang bebas dari produk hewani maupun kimia, serta gunakan produk yang dapat menciptakan keselamatan, kesehatan, dan cinta kasih di dunia demi kita semua.

FORUM TATA RUANG selanjutnya akan membangun pertanian organik untuk terlibat dalam kelestarian lingkungan yang dilakukan di Propinsi Jambi di mulai dari Kota Sungai Penuh dan Kab. kerinci. 

Perlakuan pertanian organik oleh FORUM TATA RUANG dapat di lihat pada link di bawah ini : KEBUN KOPI PUPUK ORGANIK ;   PADI PUPUK ORGANIK ; KETIMUN PUPUK ORGANIK



DEMPLOT PUPUK ORGANIK PADA TANAMAN KETIMUN DI KOTA SUNGAI PENUH

 Demplot tanaman ketimun menggunakan pupuk organik dilakukan di Kota Sungai Penuh bekerja sama dengan Balai Pertanian, Perikanan dan Kehutanan (BP3K) Kota Sungai Penuh. Aplikasi pemupukan organik menggunakan pupuk Maxigrow dilakukan pada tanggal 25 Sepetember 2016 pada tanaman ketimun umur 10 hari setelah tanam dan selanjutnya akan di aplikasi pada umur 35 hari setelah tanam.



Pemupukan organik ini dilakukan di ladang Bapak Nopi (kanan) yang merupakan petani binaan BP3K Sungai Penuh di bawah koordinator Bapak Roby SP.








Hasil perubahan pada hari ke 35 setelah tanam akan di publikasin melaui blog ini untuk melihat hasil pertumbuhan yang terjadi dengan dibandingankan tanpa perlakuan pupuk organik merk Maxigrow

PADI SAWAH DAN PUPUK ORGANIK DI KOTA SUNGAI PENUH

Demplot pemupukan organik tanaman padi dilakukan di Desa Air Baru Cangking Indah Kota Sungai Penuh pada ketinggian 888 mdpl. Pemupukan organik ini menggunakan pupuk Maxigrow yang memiliki hormon perangsang tumbuh berupa ; IAA, Kinetin, Zeatin dan Giberelin serta beberapa mikroba penambah unsur N dan P serta mikroba anti jamur. Pemilik demplot ini adalah Bapak Doni. 







 Padi yang diaplikasi secara organik menggunakan pupuk Maxigrow adalah pada lokal pada umur 2 HST dengan dosis 10 ml MG / 100 l air tanah. Aplikasi dilakukan pada tanggal 20 September 2016 




Selanjutnya akan di aplikasi pada hari ke 30 setelah tanam untuk memicu perbesara dan perbanyakan anakan padi. Perestiwa pemupukan hasil perubahan pada hari 30 akan di dokumentasikan dan di posting di blog ini untuk melihat perobahan dan perbandingan tanpa perlakuan.


Aplikasi pemupukan organik pada padi juga dilakukan pada padi umur 30 hari setelah tanam sebagai pembanding percepatan tumbuh terhadap padi lain dengan usia yang sama seperti pada foto di bawah ini.









KEBUN KOPI DAN APLIKASI PUPUK ORGANIK DI PONDOK TINGGI KOTA SUNGAI PENUH (PART 1 : APLIKASI AWAL)

Pertanian organik merupakan sistem manajemen produksi yang bertujuan untuk produksi yang sehat dengan menghindari penggunaan kimia berbahan aktif dalam hal ini pupuk kimia maupun pestisida kimia untuk menghindari pencemaran udara tanah dan air juga hasil produksi pertanian pada khususnya. selain itu, pertanian organik juga menjaga keseimbangan ekosistem dan sumberdaya alam yang terlibat langsung dalam proses produksi. 
Demonstrasi ploting atau DEMPLOT untuk tanaman Kopi dilakukan di Desa Sungai Jernih Kecamatan Pondok Tinggi Kota Sungai Penuh - Jambi pada ketinggia 1221 mdpl. Kopi yang di pupuk secara organik ini adalh jenis Kopi Robusta. 
Luas aplikasi seperempat hektar dengan aplikasi per tanaman adalah 10 ml Maxigrow per 1 liter Air Tanah. Pemilik kebun kopi ini adalah Bapak Dpt. Hasril Meizal. Umur tanaman kopi ini sudah tua dan diharapkan dengan pupuk organik keremajaan tanaman dapat kembali berfungsi dan tanaman bisa berproduksi lebih, ini disebabkan adanya hormon tumbuh yang terkandung dalam pupuk sehingga sel-sel yang sudah mati dan sel-sel tanaman yang sudah tua dapat di gantikan oleh sel-sel baru dari fungsi kerja hormon tadi.

Aplikasi dilakukan pada tanggal 14 September 2016. Sebelum dilakukan pemupukan dilakukan pembersihan sampah atau gulma di sekitar tanaman. Agar pupuk mampu diserap secara maksimal oleh tanaman inti.

Kondisi tanaman sebelum di pupuk tumbuh tidak subur disebabkan usia yang sudah tua serta unsur nutrisi berupa hara sudah habis diserap oleh tanaman. Diharapkan pupuk organik ini mampu menambah ketersediaan hara dalam tanah karena mengandung mikroba positif yang mampu berkembang biak secara banyak dan di serap oleh tanaman kopi.

Terlihat dari foto di atas dan di bawah ini pada saat sebelum di pupuk, tumbuh bunga sangat tidak baik, bunga cendrung gugur dan mengakibatkan buah kopi yang dihasikan sedikit akibat dari miskin hara dalam tanah.




Foto-foto di bawah ini adalah hasil pemupukan setelah hari ke tujuh. Terlihat pertumbuhan tunas daun muncul setelah aplikasi pemupukan menggunakan pupuk organik. Di situ terilhat tunas daun muda tumbuh merupakan reaksi dari hormon tumbuh IAA yang terdapat dalam kandungan pupuk sebagai mobilisator unsur hara yang dihasilkan oleh mikroba positiv.











Minggu, 31 Januari 2016

Tanah Komunal Dapat Dimanfaatkan Tanpa Melepas Kepemilikan

Pemerintah akan mengembangkan regulasi hak komunal atas tanah masyarakat hukum adat dan masyarakat yang berada dalam kawasan tertentu. Hal itu dikatakan oleh Menteri Agraria dan Tata Ruang Ferry Mursyidan Baldan.

Ia mengatakan, tanah yang dimiliki oleh masyarakat harus dipertahankan dan dilindungi. Oleh karena itu, Ferry mendorong pemilik untuk tidak mudah melepaskan tanahnya.

"Banyak masyarakat adat yang miliki lahan luas, dalam hal ini mereka jangan sampai mudah untuk melepas. Kalaupun memang ingin melepas, jangan sepenuhnya, istilahnya BOT-kan (sistem bangun guna serah) saja," kata dia.

Namun, lanjut Ferry, jika pengembang tertarik membangun atau menggunakan lahan komunal, hal itu dimungkinkan selama penggunaannya tidak melepas status kepemilikan hak komunal masyarakat terhadap lahan yang akan dimanfaatkan.

"Kita melakukan ini sebagai penegasan bahwa ketika ada pengembang mau menggunakan suatu tanah itu silakan, tapi dia hanya berhak memanfaatkan dan menggunakannya," jelas Ferry.
Karena itu, Ferry pun akan terus mengenalkan regulasi yang berkaitan dengan hak komunal atas tanah oleh masyarakat adat. Regulasi tersebut diakuinya sebagai pengembangan dari hak guna bangunan (HGB).

"Kita akan kenalkan regulasinya nanti sebagai pengembangan dari hak guna bangunan PKL termasuk hak komunal tadi, yang nantinya dapat dimanfaatkan pihak lain dalam jangka waktu yang panjang," pungkasnya.

Sebagaimana diketahui, tata cara penetapan hak komunal atas tanah masyarakat adat diatur dalam Peraturan Menteri Agraria dan Tata Ruang, Nomor 9 tahun 2015.



Sumber referensi : Peraturan Mentri Agraria dan Tata Ruang No 9 Tahun 2015

Kamis, 25 Juni 2015

HARAPAN PEMIMPIN adalah PEMIMPIN HARAPAN


Harapan pemimpin pada Pilkada adalah menjadi pemimpin harapan yang terbanyak di pilih oleh para citizen. Mayoritas para citizen akan memilih pemimpin harapannya sehingga pemimpin tersebut bisa menjadi kepala daerah. Walaupun setelah terpilih para citizen tidak mendapat kompensasi atau imbalan secara pribadi namun secara umum mereka bisa mendapatkan kompensasi tersebut berupa kemudahan menggunakan akses umum  dan keringanan jasa pelayanan sosial. Trend pemilihan kepala daerah di Indonesia saat ini sangat populer dikarenakan adanya Pilkada serentak untuk pemilihan Gubernur atau Bupati. Khususnya Jambi, trend ini sudah menggeliat dan muncul ke permukaan melalui media perangkat keras maupun media perangkat lunak.

Kecendrungan media perangkat lunak berupa jaringan media-media sosial banyak digunakan dalam membangun paradigma untuk menarik perhatian netizen agar mendukung pemimpin harapan mereka pada saat pemilihan nanti. Mereka yang biasa berinteraktif dengan media sosial biasanya dikenal dengan istilah netizen. Karena teknologi yang sangat mudah maka media perangkat lunak lebih cepat merespon para netizen untuk positif mendukung pemimpin harapan mereka, setiap jam netizen akan interaktif merespon dukungan sehingga memperkuat prediksi untuk menang dalam pilkada.

Hal ini berbeda terbalik dengan media perangkat keras berupa koran atau tabloid. Perangkat media ini sangat populer ketika media perangkat lunak belum booming. Selain informasi berubah tiap hari bukan tiap jam media perangkat keras atau koran tidak bisa interaktif langsung. Media ini hanya menggambarkan aktivitas pemimpin dan tidak bisa didiskusikan secara langsung. Namun pengguna media perangkat keras masih bersifat mayoritas. Umumnya para  citizen yang berusia separuh baya ke atas lebih banyak menggunakan media perangkat keras ini untuk melihat perkembangan pilkada. Berbeda terbalik dengan mereka yang berusia di bawah separuh baya.

Mereka menggunakan android untuk mengakses informasi tersebut dan berinterkatif karena selain sebagai sumber informasi gadget juga sebagai kebutuhan untuk komunikasi yang murah terhadap famili atau rekan mereka. Saat musim pilkada media sosial banyak digunakan untuk menarik perhatian para netizen yang merupakan citizen. Penggunaan media sosial dalam menearik perhatian netizen dalam pilkada sudah terbukti nyata, misalnya pada pemilihan Presiden USA, Barrack Obama terpilih menjadi president salah satu faktornya adalah kampanye di media facebook.

Akhirnya, harapan pemimpin adalah pemimpin harapan para citizen. Agar bisa menjadi pemimpin harapan citizen maka Bernard Bass (1985) mengakatakan para pemimpin harus mampu untuk meningkatkan semangat citizen ke arah yang lebih tinggi. Untuk meningkatkan semangat tersebut dapat melalui media perangkat keras, perangkat lunak atau secara tatap muka yang telah dirancang oleh tim sukses atau relawan.

Bagaimana cara meningkatkan semangat citizen ke arah yang lebih tinggi? Behling, dkk (1996) menjawab bahwa untuk meningkatkan semangat citizen ke arah yang lebih tinggi diperlukan empat sikap dan sembilan indikator. Sikap pertama, empati dengan indikator berupa memahami nilai-nilai citizen dan mencocokkan tujuan pemimpin dengan nilai-nilai citizen. Sikap kedua, misioner dengan indikator menyampaikan misi dengan antusias dan membuat misi menjadi lebih penting. Sikap ketiga, keyakinan diri dengan indikator percaya diri dan menunjukan kepastian. Sikap ke empat, menciptakan peluang sukses untuk citizen dengan indikator berupa ; membantu citizen dalam membuat tujuan, memberikan kesempatan citizen mencapai tujuan dengan cara sendiri dan menciptakan peluang untuk citizen dalam membuat pengalamanan sukses.

Bagaimana dengan kita, siapa pemimpin pilihan kita ? Hal ini tergantung pada kita sendiri untuk memilih. Bagi kita yang familier dengan media sosial maka informasi tentang pemimpin harapan kita dapat dilihat perkembangannya. Mereka yang mampu mempengaruhi kita untuk memilih pemimpin harapan mereka tentunya mereka adalah tim sukses yang terhebat karena mereka mampu menyampaikan misi mereka dengan antusias dan membuat misi mereka menjadi lebih penting.

Kamis, 04 Juni 2015

Kerangka Acuan : Penataan Ruang Pedesaan


1.     Landasan hukum

UU Nomor 6 Tahun 2014 tentang Pembangunan Desa pada Pasal 79 menyebutkan bahwa pemerintah desa dalam menyusun perencanaan pembangunan desa sesuai dengan kewenangannya dengan mengacu pada perencanaan pembangunan Kabupaten/ Kota. Perencanaan pembangunan desa sebagaimana dimaksud, disusun secara berjangka meliputi:
1.     rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa untuk jangka waktu 6 (enam) tahun; dan
2.     rencana Pembangunan Tahunan Desa atau yang disebut Rencana Kerja Pemerintah Desa, merupakan penjabaran dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa untuk jangka waktu 1 (satu) tahun.
Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa dan Rencana Kerja Pemerintah Desa sebagaimana dimaksud ditetapkan dengan dalam Peraturan Desa.

Peraturan Pemrintah RI Nomor 43 Tahun 2014 tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang desa pada Pasal 123 ayat 2 menyebutkan bahwa salah satu wujud pembangunan kawasan perdesaan adalah penyusunan rencana tata ruang kawasan perdesaan secara partisipatif.

Undang-undang Nomor 6 tentang Desa dan Peraturan Pemerintah tentang  pelaksanaan UU No. 6 memiliki hubungan yang kuat dengan Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang.

Pada pasal 48 dalam undang-undang Nomor 26/2007 menyebutkan tentang mekanisme penataan ruang kawasan perdesaan, pasal 49 menyebutkan tentang  mekanisme perencanaan tata ruang desa, pasal 53 menyebutkan tentang pengendalian pemanfaatan ruang kawasan perdesaan, dan pada pasal 54 yang menyebutkan tentang kerja sama penataan ruang kawasan pedesaan.

Sehubungan dengan undang-undang dan peraturan pemerintah di atas, selanjutnya Pemeritahan Propinsi Jambi telaah menerbitkan Peraturan Daerah Nomor 10 Tahun 2013 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Propinsi Jambi 2013 – 2033. Perda RTRW ini merupakan acuan dalam membuat rencana tata ruang kabupaten/kota atau rencana tata ruang perdesaan.

2.  Perumusan Masalah

Dalam UU No.6/20114 Tentang Desa pada pasal 4 menyatakan tentang tujuan pengaturan desa. Adapun tujuan pengaturan desa yang dimaksud adalah ;
  1. memberikan pengakuan dan penghormatan atas Desa yang sudah ada dengan keberagamannya sebelum dan sesudah terbentuknya Negara Kesatuan Republik Indonesia,
  2.  memberikan kejelasan status dan kepastian hukum atas Desa dalam sistem ketatanegaraan Republik Indonesia demi mewujudkan keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia,
  3.  melestarikan dan memajukan adat, tradisi, dan budaya masyarakat Desa,
  4.  mendorong prakarsa, gerakan, dan partisipasi masyarakat Desa untuk pengembangan potensi dan Aset Desa guna kesejahteraan bersama,
  5. membentuk Pemerintahan Desa yang profesional, efisien dan efektif, terbuka, serta bertanggung jawab,
  6. meningkatkan pelayanan publik bagi warga masyarakat Desa guna mempercepat perwujudan kesejahteraan umum,
  7. meningkatkan ketahanan sosial budaya masyarakat Desa guna mewujudkan masyarakat Desa yang mampu memelihara kesatuan sosial sebagai bagian dari ketahanan nasional,
  8. memajukan perekonomian masyarakat Desa serta mengatasi kesenjangan pembangunan nasional, dan
  9. memperkuat masyarakat Desa sebagai subjek pembangunan.

Tujuan pengaturan desa telah memiliki kepastian hukum atau payung hukum dalam menerapkan bentuk-bentuk pengaturannya. Dengan 9 dimensi tujuan pengaturan desa maka pemerintahan desa wajib mengikuti pola tujuan pengaturan desa yang telah ditetapkan UU dan aturan pemerintah.

Dari 9 dimensi tujuan pengaturan desa pada dimensi ke dua tentang memberikan kejelasan status dan kepastian hukum atas desa dalam sistem ketatanegaraan Republik Indonesia demi mewujudkan keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia.  Hasil pengamatan di lapangan terdapat beberapa desa-desa yang belum memiliki status hukum dalam sistem ketatanegaraan RI.  Salah satu status hukum dalam ketatanegaraan yang dimaksud adalah batas wilayah administrasi desa yang terdefinitif secara tertulis dan terpetakan serta dokumen dan peta-peta penataan ruang desa.

Hasil dari temuan di lapangan tersebut menunjukan bahwa terdapat beberapa desa yang belum maksimal dalam menjalankan tujuan pengaturan desa yang terdapat dalam UU No. 6/2014. Hal ini merupakan permasalah tersendiri dalam menjalankan tujuan pengaturan desa.

Namun permasalahan tersebut tidak menjadi kepentingan bagi pemerintahan desa. Kenapa ini tidak penting ? Beberapa faktor-faktor yang mempengaruhi tidak pentingnya status hukum yang tercatat dalam ketatanegaraan berupa peta batas wilayah administrasi dan aturan penataan ruang desa adalah;
  1. konflik-konlik batas administasi wilayah desa yang belum terselesaikan,
  2.  rendah saluran informasi/sosialisasi tentang pemetaan dan penataan ruang desa yang diterima oleh pemerintah desa,
  3.  mahalnya biaya-biaya untuk pemetaan dan penataan ruang desa.

Persoalan mahalnya biaya dan rendahnya saluran informasi/sosialisasi tentang pemetaan dan penataan ruang desa dapat dinegosiasikan sehingga nilai mahal dalam kegiatan ini bisa di tekan. Untuk batas administrasi wilayah desa dapat dilakukan pemetaan desa bertujuan sebagai acuan untuk mengajukan permohonan batas desa berstatus hukum.  Berdasarkan pemaparan di atas maka masalah yang sangat mendasar dapat dikemukakan sebagai berikut ; “Bagaimana penataan ruang desa sesuai dengan aturan hukum yang berlaku?”

Untuk menjawab pertanyaan mendasar ini maka dikemukakan sebuah pendekatan yang melibatkan sistem infromasi geografi (GIS) mengacu pada UU dan peraturan pemerintah tentang penataan ruang desa serta turunannya.

 3.  Tujuan  Penataan Ruang Desa
Penataan ruang wilayah desa bertujuan untuk mewujudkan ruang wilayah yang memiliki daya dukung dan daya tampung yang seimbang serta merata berbasis pengelolaan sumber daya alam dan infrastruktur secara optimal dan berkelanjutan.

4.  Konsep Penataan Ruang Desa
Desa adalah wilayah admnistrasi yang terkecil dalam struktur administasi wilayah RI. Untuk membuat penataan ruang desa harus dipedomankan pada aturan RTRWN, RTRWP dan RTRWK. Hal utama yang harus dilakukan adalah menginventariskan penggunaan ruang dalam desa yang termasuk dalam 3 aturan RTRW tersebut berupa struktur ruang, pola ruang, kawasan strategis, pemanfaatan ruang dan pengendalian pemanfaatan ruang. Setelah ruang tersebut diinventarisir maka selanjutnya disusun penataan ruang desa menggunakan struktur, pola, pemanfaat dan pengendalian seperti aturan RTRW. Hasil penataan ruang selanjutnya dimusyawarahkan untuk dibuat keputusan bersama sebagai acuan untuk membangun RJPM.

Selain itu, penataan ruang desa juga menggunakan konsep anilisis dari citra satelit yang terbarukan untuk menganalisa tutupan dan bukaan permukaan ruang desa serta mengkaji anilisis potensi dan dampaknya.

5.  Output
Penataan ruang desa akan menghasilkan peta-peta berupa peta ;
1   1.  Peta administrasi
2.    Peta jalan kereta api
3.    Peta jalan tol
4.    Peta jaringan energi
5.    Peta jenis tanah
6.    Peta kawasan hutan
7.    Peta kawasan strategi nasional dan propinsi
8.    Peta kawasan strategis
9.    Peta kelerengan
10. Peta orientasi wilayah
11. Peta penggunaan lahan
12. Peta pola ruang
13. Peta rawan bencana
14. Peta sampah
15. Peta sebaran penduduk
16. Peta sistem jaringan jalan
17. Peta sistem perkotaan
18. Peta sistem pusat pemukiman
19. Peta struktur ruang
20. Peta tambang


      6. Penutup
Diharapkan dengan terbangunya kerja sama dalam penataan ruang desa maka masalah dalam tujuan pengaturan desa pada dimensi status hukum yang tercantum dalam ketatanegaraan dapat diselesaikan dan maksimalisasi pencapaian tujuan pengaturan desa dapat berjalan sesuai dengan hukum yang berlaku.




Jumat, 30 Januari 2015

PETA CURAH HUJAN JAMBI 2010

PETA CURAH HUJAN JAMBI 2010

  
PETA CURAH HUJAN JAMBI JANUARI 2010
PETA CURAH HUJAN JANUARI 2010

PETA CURAH HUJAN JAMBI FEBRUARI 2010
PETA CURAH HUJAN FEBRUARI 2010

PETA CURAH HUJAN JAMBI MARET 2010
PETA CURAH HUJAN MARET 2010

PETA CURAH HUJAN JAMBI JUNI 2010
PETA CURAH HUJAN JAMBI JUNI 2010

PETA CURAH HUJAN JAMBI JULI 2010
PETA CURAH HUJAN JAMBI JULI 2010

PETA CURAH HUJAN JAMBI AGUSTUS 2010
PETA CURAH HUJAN JAMBI AGUSTUS 2010

PETA CURAH HUJAN JAMBI SEPTEMBER 2010
PETA CURAH HUJAN JAMBI SEPTEMBER 2010

PETA CURAH HUJAN JAMBI OKTOBER 2010
PETA CURAH HUJAN JAMBI OKTOBER 2010

PETA CURAH HUJAN JAMBI NOVEMBER 2010
PETA CURAH HUJAN JAMBI NOVEMBER 2010

PETA CURAH HUJAN JAMBI DESEMBER 2010
PETA CURAH HUJAN JAMBI DESEMBER 2010

Kantor-kantor


Lihat JAMBI PROVINCE GOVERMENT di peta yang lebih besar
Ada kesalahan di dalam gadget ini

Jaringan Jalan

Jaringan Jalan

TERAKHIR DI UPDATE GOOGLE

Kebun Mangrove

Kebun Mangrove

Struktur Sungai

Struktur Sungai

POLA RUANG SUMATERA

POLA RUANG SUMATERA