Sabtu, 11 Juni 2011

Tiga Prinsip Dasar Penataan Ruang

Penataan ruang memiliki tiga prinsip dasar, antara lain ;
  1. Menjamin optimalisasi pemanfaatan ruang wilayah nasional untuk semua kepentingan,
  2. Menjawab permasalahan kesenjangan wilayah, 
  3. Menjawab masalah lingkungan hidup dan keberlanjutan pembangunan serta menjamin integritas bangsa.
Dalam upaya mewujudkan ruang wilayah nasional yang aman, nyaman, produktif, dan berkelanjutan, berbagai tantangan dihadapi. Keberadaan Indonesia pada kawasan yang sangat cepat berkembang merupakan salah satu tantangan yang harus dihadapi dalam mengoptimalkan pemanfaatan ruang, dimana ekonomi dunia sebagian besar digerakkan dari Kawasan Asia Pasifik.

Di samping itu, peningkatan intensitas kegiatan pemanfaatan ruang yang kemudian berkontribusi pada Global Warming sehingga terjadinya peningkatan muka air laut akan berimplikasi pada rusaknya infrastruktur perkotaan, seperti yang terjadi pada kota-kota di Kawasan Pantai Utara (Pantura) Jawa. 

Di sisi lain, jumlah pulau Indonesia sebanyak ± 17.504 pulau beserta 92 pulau kecil terluar serta letak Indonesia pada Kawasan “Ring of Fire” menyebabkan perlunya pengaturan ruang untuk menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Sebagai upaya menghadapi berbagai tantangan tersebut, diperlukan pengaturan ruang untuk semua kepentingan sehingga ketentuannya diatur dalam UU No. 26/2007 tentang Penataan Ruang. Salah satu amanat dari UU tersebut adalah terselesaikannya Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) paling lambat dua tahun untuk RTRW Provinsi dan tiga tahun untuk RTRW Kabupaten/Kota.


Sumber : 
Deni Djakapermana Ruchyat (Sekretaris Ditjen Penataan Ruang)

Posting Komentar

Kantor-kantor


Lihat JAMBI PROVINCE GOVERMENT di peta yang lebih besar
Ada kesalahan di dalam gadget ini

Jaringan Jalan

Jaringan Jalan

TERAKHIR DI UPDATE GOOGLE

Kebun Mangrove

Kebun Mangrove

Struktur Sungai

Struktur Sungai

POLA RUANG SUMATERA

POLA RUANG SUMATERA